Untitled Document
Untitled Document
     
Untitled Document
 
Untitled Document
 
Peristiwa

Selasa, 25/12/2012 19:57 WIB
Kronologi Kasus Gereja HKBP Filadelfia Versi Warga Desa Jejalen Jaya


( Warga Desa Jejalen Menolak Gereja HKPB Filadelfia )
Konflik di atas sepetak lahan kosong di RT 01/RW 09 Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, makin berkelindan tidak menemukan ujung pangkalnya. Benih masalah yang mulai berkecambah sejak tahun 2005 itu dibiarkan. Baik jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia maupun warga memiliki versi kebenarannya masing-masing. BekasiRaya.com, akan menyajikan kronologi persoalan tersebut dari dua sudut pandang, warga dan jemaat HKBP. Berikut versi warga Desa Jejalen Jaya yang dikutip dari berbagai sumber.

*26 Desember 2005, Sebanyak 312 warga Desa Jejalen Jaya membuat pernyataan/ultimatum penolakan atas rencana didirikannya gereja di Desa Jejalen Jaya

*2 April 2006, Uluan ni Huria atau pimpinan jemaat Gereja HKBP Filadelfia Resort Duren Jaya Distrik XIX Jakarta Elmun Rumahorbo, yang tinggal di Villa Bekasi Indah 2 Blok C 5 No.35, membuat pernyataan di atas materai yang berisi tidak akan mengadakan kegiatan keagamaan di lingkungan perumahan Villa Bekasi Indah 2 pada umumnya, khususnya di lingkungan Blok C

3 Juli 2006, Telah terbit Akte Jual Beli tanah ukuran 1.088 m2 di Kampung Jejalen RT 01/09 No.769/sk/2006 PPATS/Camat Kec.Tambun Utara, Drs.Sukanta. Selanjutnya, pemilik tanah dari jemaat HKBP Filadelfia meminta persetujuan warga untuk didirikan gereja.

*1 – 31 September 2007, proses pengisian surat pernyataan persetujuan warga atas rencana pendirian Gereja HKBP Filadelfia (ada 2 warga yang menulis pernyataan sebelum tanggal ini, yakni pertanggal 11 Maret 2007 atas nama ‘R’ dan pertanggal 10 Agustus 2007 atas nama ‘J’)

*25 September 2007 Kepala Desa Jejalen Jaya mengesahkan dan menandatangani 117 daftar anggota jemaat Gereja HKBP Filadelfia yang bertempat tinggal di Desa Jejalen Jaya Kec. Tambun Utara Kab. Bekasi. Namun, setelah tim Forum Kerukunan Umat Islam (FKUI) mengecek di lapangan, ternyata ada yang Katolik dan sekte berbeda, di antaranya jemaat Gereja Bethel Indonesia/GBI dan banyak yang tidak hadir di kebaktian, bahkan keluar dari Desa Jejalen Jaya)

*25 September 2007, Kepala Desa Satria Jaya Kecamatan Tambun Utara Tidak mengesahkan dan menandatangani 60 daftar anggota jemaat Gereja HKBP Filadelfia yang bertempat tinggal di wilayahnya

*26 September 2007, Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah a.n. Kepala Kantor Pertanahan Kab.Bekasi Drs.Markus Mado Masan menerbitkan Sertifikat Hak Milik No.1491/Jejalen Jaya atas nama Elmun Rumahorbo.

*Oktober 2007, Panitia Pembangunan Gereja HKBP Filadelfia mengajukan surat nomor: 01/SPI/H6/R5/DXIX/X/2007 perihal Permohonan Izin Pendirian Gereja HKBP Filadelfia kepada Kepala Desa Jejalen Jaya

*13 Desember 2007, Sebanyak 587 jamaah majlis taklim se-Desa Jejalen Jaya termasuk jamaah Masjid AlMadinatul Munawwaroh Perumahan Bekasi Elok 1 RW 10 mengajukan surat pernyataan penolakan atas rencana pendirian Gereja HKBP Filadelfia.

*14 Desember 2007, Camat Tambun Utara mengadakan musyawarah berkenaan dengan adanya surat dari HKBP Filadelfia Resort Duren Jaya Distrik XIX Jakarta-2 perihal permohonan rekomendasi izin pendirian Gereja HKBP Filadelfia di Kp.Jalen RT 01/09 Dusun III Desa Jejalen Jaya. Musyawarah diadakan di Aula Kec.Tambun Utara yang menghasilkan notulen sebagai berikut:

- Warga Desa Jejalen Jaya yang telah menandatangani pernyataan persetujuan atas rencana pendirian Gereja HKBP Filadelfia agar dicek ulang atas kebenaran tandatangan tersebut.
- Ada beberapa warga Desa Jejalen Jaya tidak tahu maksud dan tujuan tandatangannya.
- Ketua dan anggota BPD tidak dilibatkan dalam rencana itu.
- Dan perlu dibentuk Tim Pengecekan Data atas rencana pendirian Gereja HKBP Filadelfia.

*14 Januari 2008, Camat Tambun Utara mengeluarkan SK nomor : 452.2/Kep,11-1/2008 tentang Pembentukan Tim Pendataan/Pengecekan Data atas rencana pendirian Gereja HKBP Filadelfia.

*18 Februari 2008, Camat Tambun Utara mengadakan musyawarah lanjutan.

*2 April 2008, Panitia Pembangunan Gereja HKBP Filadelfia mengajukan surat Permohonan Rekomendasi pembangunan gereja ke Departemen Agama Kantor Kabupaten Bekasi dan FKUB.

*22 Juli 2009 , Camat Tambun Utara menyampaikan surat mohon penjelasan kepada pimpinan HKBP Filadelfia Ress.Duren Jaya Distrik XIX Jakarta-2 tentang adanya kegiatan pemerataan tanah dan adanya pembatas lokasi

*18 Agustus 2009, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Bekasi menyampaikan surat kepada Panitia Pembangunan Gereja HKBP Filadelfia perihal permohonan rekomendasi yang berisi: “Demi terciptanya suasana kehidupan beragama yang kondusif, Kantor Departemen Agama Kabupaten Bekasi belum dapat memberikan rekomendasi pembangunan gereja tersebut. Untuk itu kami sarankan agar saudara terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat/tokoh masyarakat/tokoh agama dan pemerintah setempat”.

*17 Desember 2009, Camat Tambun Utara menyampaikan surat himbauan kepada Panitia Pembangunan Gereja HKBP Filadelfia untuk dapat menginformasikan kepada masyarakat Desa Jejalen Jaya mengenai keberadaan bangunan yang sedang berjalan pembangunannya.

*25 Desember 2009, di tengah adanya penolakan warga atas rencana pendirian Gereja HKBP Filadelfia, pihak gereja melakukan kegiatan peribadatan secara sepihak tanpa musyawarah terlebih dulu dengan aparat pemerintah dan warga setempat. Warga mendatangi dan terjadi kesepakatan bahwa tidak ada kebaktian di tanah ini.

*27 Desember 2009 , Hasil kesepakatan tanggal 25 Desember 2009 diabaikan pihak Gereja HKBP Filadelfia.

*31 Desember 2009, Bupati Bekasi mengeluarkan surat kepada Pengelola HKBP Filadelfia perihal Penghentian kegiatan pembangunan dan kegiatan ibadah di lokasi rencana gereja

*12 Januari 2010, Tim Penertiban Bangunan Pemerintah Kab.Bekasi melakukan penyegelan terhadap Gereja HKBP Filadelfia. Surat penyegelan TIDAK ditandatangani pemilik bangunan.

*24 Januari – 11 April 2010, Kebaktian tetap dilakukan di depan lokasi rencana Gereja HKBP Filadelfia. ( Khusus tanggal 14 Februari 2010 kebaktian dihadiri oleh Praeses HKBP Distrik XIX Jakarta-2)

*Maret 2010, HKBP Filadelfia mengadakan gugatan ke PTUN Bandung
14 Mei 2010, Hakim PTUN Bandung datang ke lokasi rencana Gereja HKBP Filadelfia.

*14 Juni 2010, Forum Silaturahmi Pengurus Masjid dan Musholla Desa Jejalen Jayamenyatakan menolak rencana pendirian gereja.

*29 Juli 2010 Persidangan saksi di PTUN Bandung

*22 September 2010, RW 10 Perumahan Bekasi Elok 1 menyampaikan surat pemberitahuan dan pernyataan warga kepada Bupati Bekasi perihal kebaktian yang mengganggu ketentraman warga

*27 September - 26 Desember 2010, Pihak pimpinan dan jemaat HKBP Filadelfia bersikeras tetap kebaktian di depan lokasi, termasuk perayaan natal 25 Desember 2010

30 September 2010, HKBP Filadelfia dimenangkan oleh PTUN Bandung dengan empat keputusan yang intinya membatalkan SK Bupati Bekasi dan memenangkan pihak Gereja HKBP Filadelfia.

*25 Desember 2011, Kebaktian dan perayaan natal 2011 jemaat HKBP Filadelfia di depan lokasi berlangsung aman dan lancar. Sepanjang 2011 ini, jemaat beribadah di lokasi meski terus mendapat penolakan warga sekitar.

*26 Februari 2012, Konsentrasi massa yang menolak tetap bertahan menolak dan terjadi “adu mulut” dengan jamaat.

*11 Maret 2012, Kebaktian jemaat Gereja HKBP Filadelfia tetap diadakan, walaupun sedang ada pesta demokrasi pemilukada. Konsentrasi massa yang menolak gereja menahan diri dan TIDAK melakukan aksi demo di lokasi

*16 Maret 2012, Temu tokoh Desa Jejalen Jaya dengan Kapolsek Tambun beserta Kasat Pam Polresta Bekasi membahas tindak lanjut laporan/aduan korban atas aksi penodongan oleh oknum jemaat HKBP Filadelfia yang mengaku petugas polisi.

*30 Maret 2012, Pemerintah Kabapaten Bekasi memfasilitasi musyawarah antara warga Desa Jejalen Jaya dengan pihak jemaat Gereja HKBP Filadelfia di Aula Kec.Tambun Utara. Dalam musyawarah dihasilkan nota kesepakatan yang berisi :

- Pihak jemaat HKBP Filadelfia diberi kesempatan untuk kebaktian di lokasi depan rencana gereja pada tanggal 1, 6, dan 8 April 2012 dan seterusnya tidak ada lagi kebaktian di lokasi Desa Jejalen Jaya dan pihak Pemkab Bekasi akan merelokasi di tempat lain di luar Desa Jejalen Jaya

*13 April 2012, Kepala Kesbangpol Kab.Bekasi menyampaikan surat ke Pendeta Palti H. Panjaitan, S.Th selaku pimpinan jemaatHKBP Filadelfia perihal lokasi tempat ibadat jemaat HKBP Filadelfia, yakni di Aula Kantor Kec.Tambun Utara dan Ex.Pemasaran Graha Prima

*15 April 2012, Pendeta Palti selaku pimpinan jemaat HKBP Filadelfia tidak melaksanakan isi nota kesepakatan kedua belah pihak dan mengabaikan surat Kesbangpol.

*17 April 2012, Kepala Kesbangpol mengadakan rapat pembahasan tentang kegiatan ibadat jemaat HKBP Filadelfia. Peserta yang diundang para tokoh masyarakat Desa Jejalen Jaya, Muspika, pengurus FKUB dan pimpinan serta jemaat HKBP Filadelfia. Pada rapat itu pimpinan jemaat tidak hadir.

*19 April 2012, Kesbangpol mengirimkan surat kembali. Pemkab juga telah memfasilitasi tempat sementara untuk tanggal 22 dan 29 April 2012 di Gedung Guru lantai Metland Tambun.

*22 April 2012, Pihak pimpinan dan jemaat HKBP Filadelfia bersikeras menuju lokasi kebaktian dengan dikawal Satpol PP. Ini terus berlanjut. Bahkan HKBP Filadelfia meminta Bupati mencabut SK tanggal 31 Desember 2009

24 Desember 2012, warga menolak kegiatan kebaktian Natal di lokasi pembangunan gereja

25 Desember 2012 warga tetap menolak kegiatan kebaktian Natal di lokasi pembangunan gereja, dan jemaat dievakuasi oleh Polisi ke Polsek Tambun.

(Dikutip dari berbagai sumber)

[dibaca 879 kali]
Bookmark and Share

Berita Terkait

Komentar (0)
Untitled Document

Untitled Document
Tulis Komentar
Nama :
Email/website :
Komentar :
   

Ketikkan kode di bawah ini

2d010b

   
 
BERITA TERKINI
Kamis, 10/07/2014 20:47 WIB
Kamis, 10/07/2014 20:37 WIB
Senin, 07/07/2014 12:46 WIB
Rabu, 04/06/2014 19:14 WIB
Kamis, 29/05/2014 08:59 WIB
Kamis, 29/05/2014 08:56 WIB
Kamis, 29/05/2014 08:52 WIB
Selasa, 27/05/2014 13:58 WIB
Rabu, 21/05/2014 23:46 WIB

Untitled Document
Copyright © 2012 BekasiRaya.com - All rights reserved