Untitled Document
Untitled Document
     
Untitled Document
news | redaksi | facebook | twiter
search
 
Untitled Document
POLITIK DAN PEMERINTAHAN PERISTIWA EKONOMI BISNIS JELAJAH OLAH RAGA KAWAN MUDA GALERY FOTO DIREKTORI  
Peristiwa

Jumat, 15/03/2013 19:29 WIB
Penangkapan Teroris di Bekasi Penuh Kejanggalan

Mustikajaya--Penangkapan perampok terduga teroris di Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi penuh dengan kejanggalan. Diduga ada konspirasi dalam aksi penggerebekan yang dilakukan Densus 88, Polda Mertro Jaya, dan Resmob tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bekasi Raya di lokasi kejadian, warga setempat tidak mengenal dua pelaku yang ditangkap dari gudang furnitur Jalan Laimun Kampung Babakan RT 002/003, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

"Saya tidak kenal dengan orang yang ditangkap, karena penangkapannya pukul 05.30 WIB," kata Eko Sutiono (35) warga yang tinggal persis di depan gudang furnitur tersebut.

Menurut Eko, gudang tersebut milik Edy Susanto sejak 2010. Dijadikan tempat pembuatan furnitur, seperti meja, kursi, kusen dan lemari. Eko sendiri mengaku kenal dengan beberapa pekerja di bengkel tersebut, di antaranya Agus dan Sam atau Bram.

"Sudah lama bengkel itu kosong, para pekerjanya pulang kampung. Katanya ke Jepara Jawa Tengah," kata Eko.

"Tapi belum ada satu minggu lalu, Agus dan Sam datang ke bengkel bersama dua orang temannya," kata Eko yang mengaku mengenal Agus dan Sam sebagai pribadi yang ramah terhadap tetangga.

Hampir seluruh warga setempat tidak ada yang melihat pelaku saat ditangkap. Karena kejadiannya begitu cepat dan berlangsung pagi hari.

"Kok aneh ya, kita gak ada yang kenal," kata Eko.

Kejanggalan lain, warga tidak ada yang mendengar suara tembak menembak. Tapi berdasarkan keterangan polisi, dalam penggerebekan tersebut satu orang ditembak karena membawa senjata api dan hendak melawan.

"Pas ditangkap sepi-sepi aja, tidak ada suara tembak menembak, tahu-tahu ramai banyak mobil patroli dan polisi berpakaian preman," kata salah satu warga lain.

Hal aneh lainnya adalah pernyataan Kabareskrim Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman yang mengatakan bahwa penangkapan terduga teroris tersebut merupakan prestasi polisi dalam mencegah aksi terorisme. Padahal, dari 1 dari 12 bom yang diledakkan ternyata daya ledaknya kecil.

Apakah hal ini ada kaitan dengan isu pembubaran Densus 88 ? (brat)

Berita Terkait

Komentar (1)
Untitled Document

Rabu, 26/03/2013 16:00 WIB
vnpppekvpm
AN5I25 <a href="http://tyrdwrpwdyup.com/">tyrdwrpwdyup</a>,

Untitled Document
Tulis Komentar
Nama :
Email/website :
Komentar :
   

Ketikkan kode di bawah ini

0eeb7f

   
 
BERITA TERKINI
Senin, 14/07/2014 17:07 WIB
Rawalumbu -Lebaran sebentar lagi, anda tidak perlu bingung mencari jajanan utuk dihidangkan di meja tamu rumah anda. Sebab QDeal Cookies telah...

Kamis, 10/07/2014 20:47 WIB
Bekasi -Masyarakat Kota Bekasi dengan penghasilan rendah mendapat bantuan berupa pemberian rumah gratis dari Asosiasi pengembang Realestat...

Kamis, 10/07/2014 20:37 WIB
Bekasi Selatan -Kabar tidak sedap muncul di balik pemberian mobil dinas oleh Pemkot Bekasi kepada Camat dan Lurah. Konon kabarnya, mobil...

Senin, 07/07/2014 12:46 WIB
Bekasi Timur -Guna mengamankan suara Capres dan Cawapres nomor urut 2 Jokowi-Jusuf Kalla organisasi relawan Laskar Jokowi Bekasi Timur adakan...

Untitled Document
Untitled Document
copyright © bekasiraya.com 2012