Untitled Document
Untitled Document
     
Untitled Document
news | redaksi | facebook | twiter
search
 
Untitled Document
POLITIK DAN PEMERINTAHAN PERISTIWA EKONOMI BISNIS JELAJAH OLAH RAGA KAWAN MUDA GALERY FOTO DIREKTORI  
Politik dan Pemerintahan

Jumat, 19/04/2013 12:16 WIB
Angka Kematian Ibu Melahirkan di Bekasi Menurun

Cikarang--Angka kematian pada bayi dan ibu saat melahirkan di Kabupaten Bekasi mengalami penurunan. Dinas Kesehatan setempat terus melakukan upaya pencegahan, diantaranya dengan melakukan sosialisasi dan mengandeng rumah sakit di daerah perbatasan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Moeharmansyah Boestari, menjelaskan pada tahun 2011 jumlah kematian ibu melahirkan sebanyak 38 orang dan kematian bayi 114 orang, pada tahun 2012 menurun menjadi 36 untuk kematian ibu melahirkan dan untuk kematian bayi sebanyak 100 orang. 

"Angka kematian ibu melahirkan dan bayi terus menurun. Mudah-mudahan untuk tahun 2013 ini kembali turun," kata dokter ahli spesialis jantung yang akrab disapa Ari tersebut, hari ini, (19/4). 

Menurut Ari, angka tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan angka nasional yang dilansir World Health Organization (WHO). Data WHO, angka kematian pada ibu mencapai 38 kasus per 100 ribu kelahiran. Sedangkan angka kematian pada bayi 39 kasus per seribu kelahiran. 

“Kematian ibu melahirkan kebanyakan disebabkan karena ketidaktahuan ibu saat mengandung tentang penyakit yang membahayakan bayinya. Selain itu, penanganan yang lambat saat melahirkan juga menjadi salah satu penyebabnya. Untuk itu kami terus melakukan berbagai langkah program guna menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi," tuturnya.

Program siaga yang dikembangkan selama ini, kata Air, dianggap berhasil untuk menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Selain itu, kata Ari koordinasi antara rumah sakit dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) berjalan baik. 

“Kerja sama dengan berbagai rumah sakit yang kami terus menerus galakkan,” tambahnya.  

Sejauh ini langkah yang sudah dilakukan dianggap sudah efektif. Sebab dengan digandengnya rumah sakit, termasuk rumah sakit di perbatasan daerah, peluang kematian bayi dan ibu melahirkan bisa diantisipasi.

Untuk daerah yang berbatasan dengan Kota Bekasi, pihaknya menggandeng RSUD Kota Bekasi. Sementara untuk wilayah yang berada di Tarumajaya, ia menggandeng rumah sakit yang ada di Koja Jakarta Utara. Begitu juga dengan daerah di wilayah timur, pihaknya menggandeng RSUD Karawang.

Dengan begitu, kata dia tak akan ada lagi keterlambatan penanganan ibu melahirkan dan bisa menekan kematian bayi. (brat)


Berita Terkait

Komentar (0)
Untitled Document

Untitled Document
Tulis Komentar
Nama :
Email/website :
Komentar :
   

Ketikkan kode di bawah ini

e6ea08

   
 
BERITA TERKINI
Kamis, 10/07/2014 20:47 WIB
Bekasi -Masyarakat Kota Bekasi dengan penghasilan rendah mendapat bantuan berupa pemberian rumah gratis dari Asosiasi pengembang Realestat...

Kamis, 10/07/2014 20:37 WIB
Bekasi Selatan -Kabar tidak sedap muncul di balik pemberian mobil dinas oleh Pemkot Bekasi kepada Camat dan Lurah. Konon kabarnya, mobil...

Senin, 07/07/2014 12:46 WIB
Bekasi Timur -Guna mengamankan suara Capres dan Cawapres nomor urut 2 Jokowi-Jusuf Kalla organisasi relawan Laskar Jokowi Bekasi Timur adakan...

Rabu, 04/06/2014 19:14 WIB
Bekasi Timur -Tim Koalisi Pemenangan Pasangan Jokowi-JK tingkat Kota Bekasi resmi dikukuhkan, Rabu (4/6). Acara pengukuhan dilakukan di...

Untitled Document
Untitled Document
copyright © bekasiraya.com 2012